đź‘‘Mahkotariau.com- Pekanbaru – Belum hilang dari ingatan masyarakat Dumai terkait Narapidana Rutan Dumai yang di periksa Dittipnarkoba Mabes Polri Mengendalikan Narkoba di balik jeruji besi yang kokoh itu.
Kini Rutan Dumai kembali di hebohkan dengan Narapidana yang bernama Irfan kamar 4D bebas menggunakan alat komunikasi HP.
Kita sering membaca di media sosial dan media online salah Program Menteri Imigrasi Pemasyarakatan Agus Andrianto yaitu tidak ada bagi Narapidana yang menggunakan HP Ilegal. Karena alat komunikasi di Rutan sudah disediakan yaitu Wartel PAS.
Menurut sumber yang pernah menjalani hukuman di Rutan Dumai yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, Karutan Dumai selalu menyampaikan tidak ada boleh ada masuk barang ilegal jenis apapun termasuk HP ilegal.
Tapi narapidana yang bernama Irfan ini selama saya disana begitu bebas dia menggunakan HP 24 Jam tanpa ada teguran atau di tangkap petugas HP ilegalnya tersebut.
“Kami semua disini tahu kalau dia ini salah satu Narapidana yang kaya setelah masuk Rutan Dumai,” kata narasumber.
Dan kami juga melihat jauhnya perbedaan perlakuan antara narapidana yang tidak punya apa-apa dengan irfan yang kaya raya ini,” kata narasumber.
Kalau narapidana yang tidak punya apa-apa, jangankan menggunakan HP 24 Jam, salah sedikitnya saja di hukum, sangat jauh berbeda dengan perlakuan kepada Irfan, waktu berkunjung bebas, di dalam bebas menggunakan HP,” kata narasumber.
Kita takutnya Pak Karutan nya tegas, Oknum melindungi irfan agar bisa bebas dengan uangnya selama di Rutan,” tegas narasumber.
Tidak sesuai SOP dan tebang pilih menjadi tanda tanya besar publik.
Narasumber yang mantan narapidana Rutan Dumai ini juga menyampaikan, Pejabat Rutan Dumai memang tebang pilih dalam perlakuan terhadap narapidana yang ada di Rutan Dumai.
“Semua narapidana kenal dengan narapidana yang istimewa ini, panggilan akrabnya Irfan kamar 4D. Semua narapidana kadang heran lihat irfan ini, dia begitu bebas di dalam.
Waktu saya menjadi narapidana di Rutan Dumai ini, Irfan ini diduga seperti sengaja dibina oleh oknum pejabat Rutan Dumai ini karena irfan ini donatur di dalam Rutan Dumai ini, bahkan ketika banyak narapidana yang di kirim ke Lapas Nusakambangan, Irfan ini selalu berhasil dari pengiriman ke nusakambangan,” ucap narasumber.
Kalau pihak Rutan mau adil dan semua narapidana itu setara haknya, pindahkan Irfan ini dari Rutan Dumai, saya yakin pasti pejabatnya tidak berani,” kata narasumber
























