👑Mahkotariau.com – Sumbar: Di tengah kunjungan kerja yang padat untuk meninjau penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Presiden Prabowo Subianto menyuguhkan pemandangan yang tak biasa dan menyejukkan hati. Bukan di meja perjamuan resmi, Kepala Negara justru terlihat menikmati sepiring nasi goreng telor ceplok, di dapur umum posko pengungsian di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis, 18 Desember 2025.
Suasana di halaman SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, berubah menjadi hening bercampur haru pada Kamis pagi. Ratusan warga yang tengah dirundung duka akibat bencana banjir bandang dan longsor, seketika berdiri tegak. Suara mereka bergetar namun lantang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kunjungan Presiden Prabowo ini menjadi penawar rindu dan semangat bagi warga Agam yang baru saja dihantam bencana hidrometeorologi hebat pada akhir tahun ini. Mengenakan kemeja safari khasnya dan topi biru, Presiden Prabowo hadir tidak hanya sebagai kepala negara, tetapi sebagai bapak yang ingin memastikan anak-anaknya baik-baik saja.
Momen haru terjadi tepat saat Presiden tiba. Tanpa dikomando, para pengungsi menyambutnya dengan menyanyikan Indonesia Raya. Pemandangan ini menciptakan atmosfer solidaritas yang kuat, menunjukkan bahwa di tengah kehilangan harta benda dan kerabat, rasa cinta tanah air dan harapan kepada pemimpin tetap menyala.
Presiden Prabowo tampak terenyuh melihat sambutan tersebut. Ia langsung menghampiri kerumunan warga yang telah menunggunya sejak pagi, menyalami mereka satu per satu, dan mendengarkan keluh kesah mereka dengan seksama.
Salah satu agenda prioritas Presiden adalah mengunjungi ruang trauma healing, tempat anak-anak korban bencana mendapatkan pemulihan psikologis. Di sinilah sisi kebapakan Prabowo terlihat jelas. Ia sempat berdialog dengan seorang anak berusia 8 tahun.
Dalam pidatonya di hadapan para pengungsi, Presiden Prabowo membawa kabar yang melegakan. Ia menyadari bahwa tenda pengungsian bukanlah tempat yang layak untuk ditinggali dalam waktu lama, apalagi mengingat cuaca yang masih tidak menentu. Pemerintah melalui BNPB dan TNI menargetkan pembangunan Huntara—yang salah satunya berlokasi di lapangan bola SDN 05 Kayu Pasak—selesai sebelum pergantian tahun atau awal Januari 2026, sehingga sekolah bisa kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Inti dari kunjungan ini adalah pesan persatuan dan dukungan moral. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan membiarkan warga Sumatera Barat berjuang sendirian. “Kita semua memikirkan tiap hari bagaimana kita bisa memperbaiki keadaan Saudara-saudara,” Ucap Presiden.
(Rls/Fb)




























