Ketua GERMAS PPA Riau Teuku Reyza Angkat Bicara Kesal terhadap Tindakan Ricka Parlina, Germas PPA Riau Jangan Nodai Demokrasi Demi Kepentingan Pribadi

Terpopuler2355 Dilihat

 

 

 

👑Mahkotariau.com-PEKANBARU – Ketua DPW Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Riau, Teuku Reyza, memberikan tanggapan resmi terkait dinamika yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Pekanbaru pada Rabu (7/10/2026).

​Teuku Reyza sangat menyayangkan insiden adu mulut dan dugaan tindakan perintangan atau sabotase yang dilakukan oleh oknum Wakil Ketua Umum GERMAS PPA terhadap aksi massa mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Riau Menggugat (GERAM).

​Menurut Teuku Reyza, sikap arogan dan tuduhan tak berdasar yang dilontarkan kepada mahasiswa tidak mencerminkan nilai-nilai perjuangan organisasi.

​”Menyampaikan aspirasi di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Tidak boleh ada pihak mana pun yang merasa paling berhak atau memprivatisasi ruang perjuangan,” tegas Teuku Reyza.

​Poin-Poin Tanggapan Resmi Ketua GERMAS PPA Riau

​Kebebasan Berekspresi Dilindungi Hukum
Penyampaian pendapat di muka umum telah diatur dan dijamin dalam UU No. 9 Tahun 1998. Aksi adik-adik mahasiswa GERAM yang menyuarakan dugaan pelanggaran di tempat hiburan malam (THM) adalah langkah sah serta bentuk kepedulian sosial kaum intelektual muda.

​Penegasan Sikap Organisasi & Penguatan Sinergi

Tindakan emosional, menyela, maupun tuduhan bahwa mahasiswa merupakan “massa bayaran” atau sekadar “mencari panggung” adalah bentuk kekeliruan personal dan bukan sikap resmi DPD GERMAS PPA Riau. Perjuangan penegakan moral serta perlindungan anak membutuhkan sinergi dan kolaborasi, bukan ego sektoral yang memecah belah sesama elemen pergerakan.

​Fokus pada Substansi Masalah
Dinamika di lapangan tidak boleh mengaburkan isu utama. GERMAS PPA Riau mendesak semua pihak untuk tetap mengawal dugaan pelanggaran di tempat hiburan malam, termasuk perlindungan terhadap anak di bawah umur, agar diproses secara transparan oleh DPRD Kota Pekanbaru dan aparat penegak hukum.

​Teuku Reyza menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengajak seluruh kawan-kawan aktivis dan mahasiswa di Riau untuk kembali merapatkan barisan, mengedepankan etika berdemokrasi, dan fokus melangkah bersama demi keadilan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed