Miris, SMA Negeri 3 Tambusai Utara Diduga “Selewengkan” Dana BOS: Anggaran Ratusan Juta, Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Terpopuler2249 Dilihat

👑Mahkotariau.com- ROKAN HULU – Dugaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SMA Negeri 3 Tambusai Utara.

Meskipun mengantongi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana hingga ratusan juta rupiah, kondisi fisik sekolah dilaporkan sangat jauh dari kata layak.

Anggaran Fantastis di Tahun 2024 dan 2025
Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi dana BOS khusus untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut menunjukkan angka yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir:

Tahun Anggaran 2024:
Tahap 1: Rp59.896.000
Tahap 2: Rp139.000.000
Total 2024: Rp198.896.000

Tahun Anggaran 2025:
Tahap 1: Rp82.275.000
Tahap 2: Rp132.275.000
Total 2025: Rp214.550.000

Jika diakumulasikan,
dalam kurun waktu dua tahun, tersedia dana lebih dari Rp400 juta yang seharusnya dikucurkan untuk perbaikan dan perawatan fasilitas sekolah.

Realisasi di Lapangan: Gerbang Diganjal Batu, Plafon Hancur
Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang tertulis di atas kertas.

Implementasi dana BOS di SMA Negeri 3 Tambusai Utara diduga kuat tidak tepat sasaran.

Kondisi infrastruktur sekolah tampak terbengkalai. Beberapa temuan mencolok di antaranya :

Pintu gerbang sekolah yang seharusnya menjadi simbol keamanan dan estetika justru harus diganjal menggunakan batu agar tetap berdiri atau berfungsi.

Kerusakan Bangunan: Semen cor-coran di pinggiran bangunan sekolah sudah hancur dan rontok, menunjukkan kurangnya perawatan berkala.

Plafon Ruangan: Setidaknya terdapat beberapa titik plafon yang dikategorikan rusak.

Pertanyaan Besar Masyarakat
Kesenjangan antara besarnya dana yang dicairkan dengan kondisi riil di sekolah menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan wali murid.

“Apakah dana sebesar itu tidak mampu untuk sekadar memperbaiki gerbang atau menambal plafon yang rusak?” ungkap salah satu pengamat pendidikan setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMA Negeri 3 Tambusai Utara belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan dana BOS pada komponen sarana dan prasarana tersebut.

Masyarakat mendesak pihak Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk segera melakukan audit dan turun ke lokasi guna memastikan tidak adanya praktik penyelewengan dana negara.

Catatan Penulis: Berita ini memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Kepala Sekolah atau Bendahara BOS SMA Negeri 3 Tambusai Utara untuk keberimbangan informasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *