PSSI Harus Segera Tindak Wasit Pada Liga 4 Piala Presiden RI Tahun 2026, 1 Tim Menyatakan WO

Terpopuler2738 Dilihat

đź‘‘Mahkotariau.com- Yogyakarta : Pertandingan liga 4 nasional piala Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berlangsung Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta diwarnai kekecewaan.

Pasalnya, Keputusan wasit yang diketahui bernama Indryanto itu dianggap kontroversial yang diduga berat sebelah memihak tim tuan rumah dari klub Unaha pada babap penyisihan group G tersebut membuat tiga tim melayangkan protes keras atas kejanggalan yang terjadi dilapangan.

Salah satunya seperti pada pertandingan Binjai City Sport Club melawan klub tuan rumah Unaaha Konawe, Kepada wartawan, Ferdy Yuspa yang diketahui sebagai managr Binjai City Sport Club binaan SMSI mengatakan saat pertandingan berlangsung terkesan wasit terus menerus menyudutkan tim yang di naunginya.

“Ketegangan mencuat saat wasit menunjuk titik putih untuk Unaha. Sehingga kami menilai penalti tersebut tidak sah” Ucapnya (5/6/2025)

Bahkan pada saat itu, klub Binjai City Sport Club sempat mengancam akan melakukan Walk Out ( WO ) untuk tidak melanjutkan pertandingan.

“Meski sempat tertingga 1-0, kami tetap menghargai jalan nya pertandingan, dan berharap wasit pertandingan dapat bersikap adil,” Tambahnya.

Ferdi juga mengatakan, dengan semangat dan perujuangan yang keras akhirnya tim Binjai City Sport Club dapat menyamai skor prtandingan dengan mencetak gol pada gawang lawan, hingga akhirnya skor menjadi 1-1.

Namun pada babak kedua, wasit kembali berulah, pelanggaran terjadi di kotak penalti lawan, namun wasit diduga mengabaikan hal itu.

Kedang kesal, Ferdi memutuskan mundur dari pertandingan ( Red – Walk Out ) karena merasa wasit yang memimpin pertandngan tersebut di nilai tidak adil.

“Sudah jelas terjadi pelanggaran, tetapi wasit diam saja, wasit nya tidak adil, dari pada saya menghancurkan mental pemain saya, mending saya WO saja” Kesalnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan juga tak hanya di dirasakan oleh klub Binjai SC, hal ini juga terjadi pada laga antara Persimaju Mamuju yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat itu melawan Unaaha FC Konawe.

Menurut keterangan dari manajer Mamuju, Suprianto Paisal, saat bertanding berlangsng dengan Unaaha, keberpihakan wasit justru terlihat sangat jlas dan vulgar ketika wasit mengusir pemain Persimaju dengan kartu merah tanpa alasan yang kuat.

Akibat rentetan keputusan yang dinilai merugikan tersebut, Kericuhan hebat antar pemain akhirnya pecah.

“Dengan kejadian ini, seharusnya wasit mengedepankan prinsip keadilan dan sportivitas sebagai fondasi utama penyelenggaraan turnamen, kami menilai terdapat dugaan praktik-praktik yang berpotensi mencederai nilai sportivitas dalam kompetisi” Sebutnya.

Ia juga mengatakan, persoalan ini bukan semata mata dari hasil skor pertandingan, tetapi dapat menjadi ajang yang menjunjung tinggi keadilan, profesionalisme dan persaingan yang sehat dalam pertandingan.

Selain Klub Binjai City SC, Persimaju Mamuju, Klub Persipegaf jga merasakan kejanggalan yang sama, akibat adanya dugaan wasit yang tidak netral dalam memimpin pertandingan, Pihak manajemen Persipegaf merasa sangat dirugikan.

Menurut manager klub Persipegaf, dalam catatan pihak managemen ada kejanggalan kejanggalan yang terjadi selama berjalannya pertandingan, yakni Daifing yang bukan menjadi pelanggaran wasit melakukan tiup peluit.

Selain itu, Waktu yang seharusnya di tambahkan 7 menit pada babak pertama nyatanya hanya 4 menit, memberikan kartu kuning tanpa adanya pelanggaran.

Menurutnya yang lebih janggal lagi ketika babak pertama belum berakhir, pihak keamanan sudah bergerak ke depan untuk mengamankan wasit hal ini menjadi sesuatu yang tidak pantas.

Dengan adanya rentetan kejanggalan kejanggalan yang terjadi selama pertandingan berlangsung pada group G piala Presiden RI, PSSI diharapkan dapat segera mengusut tuntas, adanya dugaan wasit Indryanto yang diduga berpihak ke tim klub Unaaha FC Konawe.

Menyikapi adanya ketidakadilan dalam memimpin jalan nya pertandingan, Wasit Indryanto saat di konfirmasi oleh ketiga manager yang merasa di rugikan itu mempertanyakan hal tersbut kepada Indryanto, dengan enteng ia ,mengatakan “Mohon maaf saya lagi mendampingi anak saya wisuda”sebutnya.**Tim

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *